Minggu, 24 Maret 2013

evaluasi bimbingan dan konseling

MAKALAH EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING
Tugas Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan
Dosen Pembimbing : Dra.Ika Ernawati, M.pd






Disusun Oleh :
Supri Widyanto                                   10144200270
Eko Warno                                          10144200274
Mila Ambarini                                     10144200309
Masrukhatunnisa                                 10144200277
Agus Setyawan Dwi S                        10144200271
Eli Tri Puji Astuti                                10144200275
Sri Utami                                             10144200278
Dewi Wulandari                                  10144200279

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012

EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING
Evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation, dalam bahasa arab al-taqdir dan dalaam bahasa indonesia berati penilaian.
Evaluasi dapat dimaknai sebagai suatu proses mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasikan, dan menyajikan informasi yang didapat melalui pengukuran atau tes untuk memberikan beberapa mekna berdaarkan pertimbangan nilai.Evaluasi terhadap kegiatan bimbingan dan konseling, mengandung tiga aspek penilaian, yaitu :
a.  Evaluasi personal atau diri sendiri.
b. Evaluasi program.
c.  Evaluasi hasil.
          Menurut pendapat Gysbers berpendapat bahwa evaluasi yang dilakukan konselor dalam rangka mengembangkan potensi dan kesuksesan siswa ada dalam tiga hal, yaitu :
a.  Penilaian terhadap program bimbingan dan konseling.
b. Penilaian terhadap proses pelaksanaan bimbingan dan konseling.
c.  Penilaian terhadap hasil (product) dari pelaksanaan kegiatan pelayanaan bimbingan dan konseling.
Evaluasi Program BK
1.    Hakekat evaluasi program BK
Program BK adalah keseluruhan yang mencakup kegiatan yang dilakukan oleh petugas BK di sekolah atau perguruan tinggi.
Menurut prayitno ( 2002:21 ) program BK adalah satuan besar atau kecil rencana kegiatan layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling yang akan dilaksanakan pada perode tertentu.
Unsur-unsur dalam program BK adalah :
a.    Kebutuha siswa
b.    Jumlah siswa
c.    Bidang bimbingan
d.   Jenis pelayanan
e.    Kegiatan pendukung
f.     Volume kegiatan
g.    Frekuensi layanan
h.    Lama kegiatan
i.      Waktu kegiatan
j.      Kegiatan khusus
Menurut Gybers dan Handerson, Pekerjaan mengevaluasi program adalah prosedur untuk mengetahui tingkat keberhasilan/keberfungsian BK, dimana adastandar/ kriteria yang menjadi patokan untuk menilainya. Menurut suharsimi Arikunto, Penilaian Program BK adalah upaya untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahan atau ketidakberhasilan suatu program dengan cermat, rinci, akurat, yang didasarkan atas atandar/criteria dari objek yang dievaluasi.
Hakikat Evaluasi Program BK
a.     Pekerjaan menilai dengan menggunakan patokan/criteria standar apakah sebuah rencana kegiatan layanan dan kegiatan pendukung BK, berhasil atau tidak, sampai sejauh mana rencana itu efektif dan efisien.
Patokan/standar yang ideal dari program BK harus memenuhi syarat :
1.      Disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
2.      Jenis jumlah siswa yang dibimbing dan pembagian tugas konselor terhadap siswa.
3.      Semua bidang bimbingan masuk dalam program.
4.      Semua jenis layanan diprogram dengan satuan layanan yang jelas.
5.      Terencana kegiatan pendukung BK.
6.      Jenis volume kegiatan.
7.      Frekuuensi layanan.
8.      Lama kegiatan.
9.      Waktu kegiatan.
10.  Kegiatan khusus.
b.    Evaluasi / menilai program BK juga menyangkut fisik yaitu wadah tempat program itu dijalankan seperti ruang dan sarana yang digunakan.

2.    Tujuan dan manfaat evaluasi program BK
a.    Untuk mengetahui apakah program bimbingan sesuai dengan kebutuhan.
b.    Apakah pelaksanaan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan program, dan mendukung pencapaian tujuan program itu.
c.    Bagaimana hasil yang diperoleh telah mencapai kriteriakeberhasilan sesuai dengan tujuan dari program itu.
d.   Dapat ditemukan bahan balikan bagi pengembangan program berikutnya.
e.    Adakah masalah-masalah baru yang muncul sebagai bahan pemecahan dalam program berikutnya.
f.     Untuk memperkuat perkiraan-perkiraan (asumsi) yang mendasar pelaksanaan program bimbingan.
g.    Untuk melengkapi bahan-bahan informasi dan data yang diperlukan dan dapat digunakan dalam memberikan bimbingan siswa secara perorangan dan kelompok.
h.    Untuk meneliti secara periodik hasil pelaksanaan program yang perlu diperbaiki.

3.    Prinsip-prinsip evaluasi BK
a.    Evaluasi yang efektif memerlukan kriteria pengukuran yang jelas.
b.    Evaluasi melibatkan berbagai unsur yang profesional.
c.    Menuntut umpan balik (feed back) dan tindak lanjut (follow-up) sehingga hasilnya dapat digunakan untuk membuat kebijakan / keputusan.
d.   Evaluasi yang efektif hendaknya terencana dan berkesinambungan.

4.    Prosedur pelaksanaan evaluasi program BK
a.    Fase persiapan
Pada fase persiapan ini terdiri dari kegiatan penyusunan kisi-kisi evaluasi, langkahnya yaitu :
1.    Langkah pertama penetapan aspek-aspek yang dievaluasi baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil.
2.    Langkah kedua penetapan kriteria keberhasilan hasil evaluasi.
3.    Langkah ketiga penetapan alat-alat / instrumen evaluasi.
4.    Langkah keempat penetapan prosedur evaluasi.
5.    Langkah kelima penetapan tim penilai atau evaluator.
b.    Fase persiapan alat / instrumen evaluasi
1.    Memilih alat / instrumen evaluasi yang sudah ada atau menyusun dan mengembangkan alat-alat evaluasi yang diperlukan.
2.    Mengadakan alat / instrumen evaluasi yang akan digunakan.
c.    Fase perlaksanaan kegiatan evaluasi
Dalam fase ini evaluatormelaksanakan kegiatan sesuai denggan jadwal yang telah ditetapkan.
d.   Fase menganalisis hasil evaluasi
Dalam fase analisis hasil efaluasi dan penggolongan data hasil evaluasi ini dilakukan mengacu kepada jenis datanya.
e.    Fase penafsiran atau interpretasi dan pelaporan hasil evaluasi
Pada fase ini dilakukan kegiatan membandingkan hasil analisis data dengan kriteria penilaina keberhasilan dan kemudian diinterpretasikan dengan memakai kode-kode tertentu, untuk kemudian dilaporkan serta digunakan dalam rangka perbaikan atau pengembangan program layanan bimbingan dan konseling.

5.    Hambatan-hambatan dalam proses evaluasi BK
a.    Konselor disekolah tidak memiliki waktu yang cukup memadai untuk melaksanakan evaluasi pelaksanaan program BK karena masih disibukkan dengan pengumpulan data dan kegiatan administrasi.
b.    Konselor disekolah memiliki latar belakang pendidikan yang bervariasi baik ditinjau dari segi jenjang maupun programnya, sehingga kemampuannya pun dalam mengevaluasi pelaksanaan program BK sangat bervariasi termasuk dalam menyusun, membakukan dan mengembangkan instrumen evaluasi.
c.    Belum tersediannya alat-alat / instrumen evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling disekolah yang valas, relieble, dan objektif.
d.   Belum diselenggarakannya penataran, pendidikan, dan pelatihan khusus yang berkaitan tentang evaluasi tentang evaluasi program BK pada umumnya.
e.    Penyelenggaraan evaluasi  membutuhkan banyak waktu dan uang
f.     Belum adanya instruktur BK yang ahli dalam bidang evaluasi pelaksanaan program BK disekolah.
g.    Perumusan kriteria keberhasilan evaluasi program pelaksanaan bimbingan dan konseling yang tegas dan baku belum ada sampai saat ini.






0 komentar:

Posting Komentar