Rabu, 16 Maret 2022

Self-Efficacy

Happy- Pernahkah Kalian Merasa Timbul Semangat yang membara untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu?, atau mungkin semangat itu muncul ketika melihat orang lain berhasil mendapatkan sesuatu. motivasi diri terkadang muncul secara alamiah ketika kita dihadapkan pada situasi atau kondisi tertentu. motivasi bisa bersumber dari dalam atau dari orang lain. hal sederhana, ketika kita melihat orang lain bisa mendapatkan nilai yang bagus saat ulangan atau bisa berprestasi dalam bidang apapun, terkadang kita berfikir kok bisa ya?, dia bisa kenapa saya tidak !. nha pada dasarnya setiap diri kita memiliki keunikan masing-masing, bisa atau tidaknya tergantung diri kita, keyakinan yang kuat untuk bisa melakukan sesuatu adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk mencapai kesuksesan, kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup. untuk itu sangat penting diri kita memiliki Self-Efficacy.

Apasih Self-Efficacy itu?

Menurut simbah Baron dan Byrne, self efficacy merupakan suatu keyakinan seseorang akan kemampuan atau kompetensinya atas kinerja tugas yang diberikan, mencapai tujuan, atau mengatasi sebuah hambatan. 
Self Efficacy menurut Santrock (2007) adalah kepercayaan seseorang atas kemampuannya dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Niu (2010) menyebut self efficacy adalah hasil interaksi antara lingkungan eksternal, mekanisme penyesuaian diri serta kemampuan personal, pengalaman dan pendidikan.
Sedangkan efikasi menurut Alwisol ialah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk, benar atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Dari Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Self Efficacy adalah keyakinan dalam diri seseorang akan kemampuan yang dimiliki dalam melakukan suatu tindakan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, serta dapat mempengaruhi situasi dengan baik, dan dapat mengatasi sebuah hambatan.




Selasa, 15 Maret 2022

Modul Guru BK SMA/SMK

Happy- Dalam menjalankan Tugas Sebagai guru BK, diperlukan sikap profesional dan Jiwa Pembelajar, hal itu sangat penting karena Bimbingan dan Konseling merupakan proses berkelanjutan yang menunjang pelaksanaan program pendidikan di sekolah, untuk senantias menambah pengetahuan yuk kita simak Penjelasan Modul Guru Pembelajara disini  KliK Disini

Senin, 07 Maret 2022

AGILE TRANSFORMATION




Hapyy- Sahabat Happy, pernahkah kalian mendengar istilah Agile Transformation?, kita akan bahas secara detail disini ya. 

Agile Transformation adalah Kemampuan atau ketangkasan Seseorang untuk dapat berubah atau berpindah dengan cepat sesuai dengan kondisi yang terjadi. 

Implementasi dalam kehidupan sehari hari, seperti kita ketahui bersama, bahwa kondisi yang terjadi saat ini, perubahan yang begitu sangat cepat, susah untuk di prediksi dan di antisipasi. kemampuan seseorang untuk dapat segera menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan keadaan yang sangat menentukan eksistensi orang tersebut. Kecakapan yang harus di kuasai individu dalam menghadapi dahsyatnya perkembangan teknologi, dahsyatnya perkembangan zaman.  

Inovasi bermunculan setiap harinya. Jika kita tidak Mengikuti atau menyesuaikan maka apa yang akan terjadi?, yah tentu kita akan semakin tertinggal dan tertinggal. 

tidak terkecuali dengan kemampuan yang kita miliki, ketika kita tidak bisa mengikuti perkembangan jaman, tentu akan tertinggal jauh dengan orang lain. terkandang kita merasa puas dengan apa yang kita dapatkan/kita miliki tanpa menyadari berapa banyak orang yang sedang berjuang untuk menemukan bahkan menciptakan suatu hal yang baru. 

berkaca dari definisi Agile itu sendiri, kita bisa memahami bahwasannya kesiapan, kecakapan dan ketanggkasan kita sangatlah membantu untuk tetap eksis di tengah begitu dahsyatnya perubahan dan perkembangan zaman. 

berbicara tentang Agile Transformation, tidak bisa dipisakan dengan Kemampuan beradaptasi. Kemampuan Beradaptasi adalah kemampuan manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan beradaptasi berarti Anda dapat merespon berbagai perubahan ide, target, strategi dan tanggung jawab yang bersifat sangat dinamis dalam waktu cepat. Kemampuan ini merupakan soft skill yang mutlak dimiliki bagi semua pekerja.

Seseorang yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik umumnya memiliki karakter mudah bekerja sama, mampu berpikir kreatif dan strategis, memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik serta memiliki manajemen organisasi yang baik



lalu bagaimana cara kita agar bisa menguasai Agile Transformatioan?

  • Menerima Perubahan

salah satu hal yang pasti di dunia ini adalah PERUBAHAN, semakin kita menolak dan mengingkari perubahan yang terjadi, maka kita akan semakin terperosok dan tebenam dalam. dengan menerima perubahan yang terjadi, maka kita akan lebih cepat untuk mengubah fokus tujuan serta akan lebih bisa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang terjadi

  • Terbuka Terhadap Perubahan
secara sadar kita menyadari bahwa perubahan adalah hal yang pasti, maka dari itu, kita harus mengantisipasi kemungkinan kemungkinan yang terjadi. selalu terbuka dengan ide/gagasan baru yang positif, efektif dan efisien. dengan pemikiran seperti itu, maka kita akan menjadi pribadi yang mudah beradaptasi

  • Berani Menerima Tantangan

Tak ada yang salah dengan hidup di zona nyaman. Namun, terus berada di zona nyaman terkadang membuat kita lambat berkembang dan tertinggal. Jika Anda memberanikan diri untuk keluar zona nyaman, Anda akan menghadapi tantangan baru yang akan mengasah kemampuan memecahkan masalah Anda dengan lebih baik. Orang yang berani keluar dari zona nyaman juga dapat berkembang lebih cepat dan memiliki mental sukses yang baik.

  • Jiwa Pembelajar

Setiap inovasi dimulai dari pikiran dan keinginan untuk terus maju. Tanpa pemikiran tersebut, sulit untuk memikirkan pencapaian yang lebih besar dari yang Anda raih sekarang. Coba untuk memperluas perspektif dan wawasan Anda. Memiliki mindset untuk terus berkembang akan mendorong Anda untuk melihat situasi dari sudut yang berbeda, bukan hanya dari apa yang Anda ketahui sekarang namun juga dari apa yang bisa diperbaiki dari sekarang.

  • Terus belajar

Perkembangan teknologi saat ini membuat segala perubahan berkembang menjadi begitu cepat. Jika Anda sepakat bahwa perubahan adalah hal yang pasti, maka Anda juga menyadari bahwa ilmu dan wawasan yang Anda miliki saat ini bisa saja usang dan tidak relevan. Agar bisa beradaptasi dengan baik di masa kini dan masa mendatang, Anda harus mau membuka diri untuk mempelajari hal baru.


Kamis, 24 Februari 2022

Personal Boundaris

Happy- Kita pasti pernah atau mungkin seringkali dihadapkan pada situasi atau kondisi yang bertentangan dengan diri kita, bertentangan dengan nurani kita. tetapi tidak mudah untuk kita mengungkapkannya, apalagi kalo berkaitan dengan orang-orang terdekat kita, seperti keluarga, saudara atau teman dekat. Buah dari ketidak mampuan kita itu tentu akan merugikan diri kita, menjadi tidak nyaman dan merasa risih dengan keadaan tersebut.
Padahal Kenyataan yang sebenarnya adalah Setiap Individu memiliki hak untuk membuat batasan diri kita sendiri. Batasan ini bisa diartikan sebagai privasi, ruang, atau jarak antara kamu dan mereka. Perlu kita pahami bersama, bahwasannya tidak ada  yang bisa memahami dirimu sebaik diri sendiri. Tubuh dan pikiranmu selalu bersama kamu sepanjang hidupmu. Kami berhak untuk menolak jika ada seseorang yang terlalu mencampuri urusanmu, bahkan kamu berhak untuk menolak seseorang yang ingin membantumu.
Contoh, kamu berhak untuk meminta teman agar meminta ijin dulu sebelum meminjam buku. Atau kamu berhak untuk meminta temanmu, untuk tidak bercanda menggunakan nama orang tua. Keberanian inilah yang disebut dengan Personal Boundaries
Pengertian Personal Boundaris
Personal Boundaris (Batasan pribadi) adalah batasan dan aturan yang kita tetapkan untuk diri kita sendiri dalam HUBUNGAN. SEBUAH orang dengan batasan yang sehat dapat mengatakan "tidak" kepada orang lain ketika mereka mau, tetapi mereka juga nyaman membuka diri untuk keintiman dan hubungan dekat. 
Seseorang yang selalu menjaga jarak (baik secara emosional, fisik, atau) sebaliknya) dikatakan memiliki batas-batas yang kaku. Atau, seseorang yang cenderung terbuka dengan orang lain memiliki batas-batas yang lemah.

Batasan Pribadi bagi kita, merupakan hal yang sangat penting, namun dalam pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari hal itu bukan merupakan suatu hal yang mudah. terkadang kita merasa tidak enak hari, takut dijauhi teman, dianggap sombong dan pemikiran-pemikiran negatif lainnya.

Pengalaman hidup yang kita dapatkan dari sejak kecil, banyak mengajarkan untuk membuat orang lain nyaman atau bahagia. Kita berharap orang lain bahagia dengan apa yang kita lakukan, tanpa mempedulikan apakah kita nyaman, senang atau bahagia dalam situasi tersebut. Ibarat kata apapun akan saya lakukan “Asalkan Anda Senang”.

Tidak hanya itu, apabila kita tidak memiliki batasan diri kita akan mudah menyerah dan cenderung mendengarkan omongan orang lain yang dapat membuat kita stuck dalam mengambil langkah kedepannya, terutama dalam lingkungan sosial. Kita akan mudah terpengaruh dengan memaksakan diri kita untuk melakukan hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Membantu orang lain memang wujud dari adanya perilaku baik, namun kita selaku penolong juga harus pintar dalam memilih bantuan dan melihat dampak apa yang terjadi ketika kita melakukannya. Kita perlu mengingat bahwa kebahagian orang lain bukan tanggung jawab kita. (http://jurnalphona.com/blog/2021/08/07/personal-boundaries/)

Dari hal diatas, tentu tidaklah heran ketika kita tidak mampu untuk menentukan batasan diri terhadap orang lain. Bahkan mungkin kita masih bertanya-tanya “apasih batasan saya?”. Tentu hal itu bukan merupakan hal yang positif untuk diri kita.

Banyak Penelitian telah menemukan Fakta bahwa pelanggaran ruang pribadi dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dan pengalaman pribadi memberi tahu sebagian besar dari kita bahwa ketidaknyamanan yang disebabkan oleh pelanggaran batas dapat menyebabkan kecemasan dan kejatuhan dalam hubungan kita-baik pribadi maupun profesional. 

Bukan berarti dengan menerapkan personal boundaries dalam diri kita akan menjadikan kita seseorang yang tidak percaya terhadap orang lain, justru kita akan menjadi tahu mana yang benar-benar mendukung kita dan mana yang akan menjatuhkan kita. Kita dapat melihat hal tersebut saat mengetahui respon dari lawan bicara kita, ketika orang tersebut memahami diri kita maka mereka akan menerima kita, menerima diri kita seutuhnya dengan keyakinan dan batasan yang sudah kita miliki.

Bagaimana cara membentuk Personal boundaris dalam diri kita?


Tanyakan Pada dirimu

Langkah Pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan Bertanya pada diri sendiri.apa hal yang menurut kita positif atau hal yang menurut kita negatif, dengan demikian maka kita mampu membedakan mana yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat untuk diri kita. Contoh : ketika kita diajak teman untuk keluar pada malam hari, kita mampu untuk menolak dengan alasan hal itu akan mengganggu kesehatan kita. Dengan begitu, tentu kita akan merasa nyaman dalam menjalani kehidupan kita.

Tegas

Langkah yang kedua adalah TEGAS, Sikap tegas ini sangat dibutuhkan untuk terbentuknya personal boundaries dalam diri, dengan memiliki sikap tegas kita tidak mudah untuk terpengaruh ketika menjalankan sesuatu yang kita suka. Ibarat kata kita menjalani kehidupan atau aktivitas dengan perasaan senang dan bahagia. Contoh : kita menolak dengan tegas, ketika ada teman yang mengajak untuk membolos sekolah, karena akan merugikan dirinya sendiri. Dengan bersikap tegas dan komitmen yang penuh, maka kita tidak akan terpengaruh oleh ajakan dari orang lain.

Just Do It 

Yang terakhir adalah Just Do It, Lakukan apa yang menurut kita baik dan jangan terlalu berfikir respon dari orang lain. Kesuksesan adalah milik kita, kita bisa sukses karena kerja keras yang kita lakukan, Lakukan apa hal yang menurut kita baik, benar dan tidak merugikan orang lain. Terkadang kita berusaha melakukan hal baik, tetapi respon yang diberikan orang lain kurang baik. Ketika kita tidak memiliki keyakinan yang kuat maka apa yang akan terjadi?, pasti kita akan berhenti dan menerima penilaian dari orang lain. Mungkin akan terdengar seperti memiliki sifat egois, namun pada kenyataannya mempunyai personal boundaries merupakan satu langkah mengenal diri sendiri. Karna kita mengetahui bahwa diri kita sendiri yang akan mencapai goal hidup, orang lain hanya berperan sebagai lawan bicara dan pendukung dalam proses ketika kita ingin mencapai keinginan kita. Kita tetap merespon dan mendengarkan saran dari orang lain, tetapi lebih pandai memilah mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri kita, ketika kita memiliki personal boundaries.