Selasa, 20 Mei 2014

satlan etika bergaul



SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

A.        Judul Materi                         : Etika bergaul                               
B.         Bidang Bimbingan              :  Bimbingan sosial
C.         Fungsi Layanan                   :  Pemahaman
D.        Komponen Program
dan Jenis Layanan              :  Layanan Penguasaan konten ( pelayanan dasar )
E.         Aspek Perkembangan     : kesadaran tanggung jawab sosial
F.         Rumusan Kompetensi     : Berinteraksi dengan orang lain atas dasar nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan hidup.
G.        Tujuan Layanan                  :  siswa memperoleh pemahamn mengenai etika pergaulan
H.        Sasaran Layanan                 :  Siswa kelas VIII
I.           Uraian Kegiatan                  :
1.    Strategi Layanan           : Klasikal
2.    Metode                           : ceramah, Tanya jawab,
3.    Materi layanan              : Terlampir
4.    Skenario kegiatan / Diskripsi Proses
TAHAP
KEGIATAN
ESTIMASI WAKTU
Pendahuluan
a. Guru Pembimbing membuka kegiatan layanan bimbingan klasikal dengan mengucapkan salam.
b. Guru Pembimbing mengecek / mengabsen kehadiran siswa.
c. Guru Pembimbing mengkondisikan kelas agar tenang.
5 menit
Kegiatan Inti
Menyampaikan materi tentang etika bergaul
25 menit

Penutup
a. Siswa bersama Guru Pembimbing mengadakan tanya jawab.
b. Siswa bersama Guru Pembimbing menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
c. Guru Pembimbing menutup kegiatan layanan dengan mengucapkan salam.
10 menit

J.        Tempat Layanan                 :  Ruang kelas
K.       Waktu                                    :  1 x 40 Menit
L.       Hari / Tanggal                       :  ..................................
M.    Pelaksana                              :  Supri Widyanto
N.     Pihak yang Berperan        :  Guru BK
O.     Biaya                                       :  -
P.      Alat dan Perlengkapan    : Laptop, materi etika bergaul
Q.     Rencana Penilaian             : Laiseg, Laijapen, Penilaian Proses.
R.      Rencana Tindak Lanjut     :  Memberikan layanan konsultasi kepada individu baik secara perorangan maupun kelompok, bagi siswa yang memerlukan.
S.       Rencana Evaluasi                :
·           Evaluasi Proses
1.       Dalam proses pemberian layanan siswa menunjukkan antusias dan banyak bertanya tentang etika bergaul.
2.       Siswa memahami layanan yang disampaikan oleh Guru Pembimbing.
3.       Menanyakan kembali kepada siswa diakhir sesi
·           Evaluasi Hasil
Mendata siswa yang sudah mampu menerapkan etika bergaul melalui pengamatan siswa dalam kehodupan sehari-hari

T.       Catatan Khusus                   :-.
U.     Referensi                              :  ldkizzis.blogspot.com/2010/02/etika-bergaul.html

.

                                                                                                                                                Sentolo, ....................  
         Guru Pembimbing                                                                                                           Praktikan


        Rini  Siswanti, S.Pd.                                                                                                    Supri Widyanto
NIP. 19730414 199802 2 003                                                                                       NPM. 10144200270





MATERI
APA PENGERTIAN ETIKA PERGAULAN?

Pergaulan adalah interaksi antarindividu dalam mengenal lingkungan sosialnya, bisa bersifat luas yakni pergaulan dengan banyak orang atau sering bergaul dengan orang lain.Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma sosial, kesusilaan dan kesopanan yang berlaku.
Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
Dunia bergaul identic dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar istilah “kuper” atau kurang pergaulan. Remaja dianggap kuper apabila remaja tersebut kurang bahkan kemungkinan sekali tidak pernah bergaul setidaknya dengan teman-teman sebaya, di sekolah maupun dei luar sekolah sehingga menjadi bahan tertawaan karena ketinggalan berita.
Dalam bergaul, kita juga sebaiknya pandai menempatkan diri dan dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih muda. Orang yang lebih tua atau yang dituakan harus kita hormati, yang sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.
Dalam etika pergaulan antar manusia perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.   Siapa yang dihadapi (teman, guru, orang tua)
2.   Dimana pergaulan itu berlangsung
3.   Bagaimana cara bersikap
B.  BAGAIMANA BERSIKAP DALAM PERGAULAN?
Agar terjadi hubungan yang selaras, serasi, sesuai dengan etika pergaulan, seseorang perlu bersikap antara lain:
1.   Perhatian terhadap orang lain.
2.   Menghormati orang yang lebih tua atau yang dituakan, teman sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.
3.   Mengetuk pintu jika akan memasuki suatu ruangan.
4.   Memberi salam jika berjumpa seseorang.
5.   Mohom maaf jika melakukan kesalahan.
6.   Melakukan perintah dengan wajah cerah.
7.   Dapat menempatkan diri.
8.   Sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungan.
9.   Rendah hati dan tidak ingin menang sendiri.
10.    Siap memberi bantuan sesuai dengan batas kemampuan.
11.    Mengucapkan terima kasih jika menerima bantuan dari orang lain.
12.    Tidak membeda-bedakan sesama dalam pergaulan.

C.  APA JENIS-JENIS PERGAULAN?
Dunia pergaulan banyak jenisnya. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor umur, pekerjaan, keterikatan, lingkungan dan sebagainya.
1.   Faktor umur
Faktor umur menentukan bentuk hubungan sosialisasi pelaku. Usia anak-anak berbeda dengan usia remasa, usia dewasa, usia orang tua, usia lanjut dan sebaginya. Dapat dikatakan baik, apabila bentuk pergaulan itu dilakukan oleh dan untuk umur sebaya.
2.   Faktor pekerjaan
Faktor pekerjaan berpengaruh juga terhadap bentuk pergaulan. Perilaku pergaulan antara orang-orang kantor akan berbeda dengan orang-orang di lapangan, pekerja pabrik, pekerja bangunan, pekerja di terminal dan sebagainya.
3.   Faktor keterikatan
Faktor keterikatan, misalnya pelaksana  organisasi sosial, organisasi partai politik, peserta didik tentu cara bergaulnya juga akan berbeda.
4.   Faktor lingkungan
Pergaulan dalam lingkungan masyarakat yang macam pendidikan, kegiatan, status sosialnya sangat berbeda-beda, dan heterogen memerlukan penyesuaian yang sangat ekstra hati-hati.
D. APA DAMPAK DARI PERGAULAN?
Pergaulan adalah interaksi antarindividu dalam mengenal lingkungan sosialnya. Melalui pergaulan diperoleh manfaat sebagai berikut:
1.   Lebih mengenal nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu.
2.   Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing perlu dihargai.
3.   Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri.
4.   Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani.
Memilih pergaulan yang tepat memang tidaklah mudah, sebab kadangkala pergaulan yang negatif justru lebih menyenangkan sehingga mudah terlena dan sulit menyadari bahwa apa yang dilakukan menyimpang.
Beberapa dampak negatif yang terbentuk akibat pergaulan yang salah antara lain:        
1.   Hilangnya semangat belajar dan cenderung malas serta menyukai hal-hal yang melanggar norma sosial.
2.   Suramnya masa depan akibat terjerumus dalam dunia kelam, misal: kecanduan narkoba, terlibat dalam tindak kriminal dan sebagainya.
3.   Dijauhi masyarakat sekitar akibat dari pola perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.
4.   Tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh negatif yang terlanjur mencemari diri individu antara lain:
1.   Membangkitkan kesadaran kepada yang bersangkutan bahwa apa yang telah ia lakukan adalah menyimpang.
2.   Memutuskan rantai yang menghubungkan antara individu dengan lingkungan yang menyebab ia berperilaku menyimpang.
3.   Melakukan pengawasan sebagai control secara terus menerus agar terhindar dari perilaku yang menyimpang.
4.   Melakukan kegiatan konseling atau pemberian nasehat secara persuasif, sehingga anak tidak merasa bahwa ia di bawah proses pembimbingan.

E.  APA UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN POLA PERGAULAN YANG SEHAT?
Salah satu upaya untuk mewujudkan pola pergaulan yang sehat dan bermanfaat adalah dengan berpegang pada prinsip sebagai berikut.
1.   Jadilah Humas untuk Diri Sendiri
Langkah ini penting agar orang lain mengenal, mengetahui kemampuan dan prestasi anda. Sebarkan informasi ini saat anda bertemu relasi baru tetapi buanglah jauh-jauh sikap menyombongkan diri.
2.   Bidik Sasaran yang Tepat
Saat butuh sesuatu anda haru tahu kemana mencari batuan. Pikirkan tujuan yang ingin anda capai. Setelah itu buka daftar jaringan anda. Pilihlah relasi yang tepat yang bisa memberi hasil cepat. Mengorek informasi juga butuh kesabaran. Jika relasi tidak memberi solusi instan, anda haruss sedikit sabar. Tunggu samapi kapan ia menghubungi anda.
3.   Berbagi Hal yang Menyenangkan
Buatlah rekan anda merasa senang dan merasa nyaman bekerja atau berhubungan dengan anda.
4.   Bersosialisasi
Jangan terlalu banyak tenggelam ke belakang meja kerja. Sesekali hirup udara segar di luar sana. Temui orang-orang yang mempunyai potensi tinggi untuk memajukan karir anda.
5.   Biarkan Mereka Bicara
Jadilah pendengar yang baik. Waktu berbicara perhatikan isi pembicaraannya, dengarkan dengan sabar, jangan sampai terlihat anda sedang ‘menunggu giliran’ untuk berbicara. Biarkan ada sedikit jeda untuk menanggapi lawan bicara. Makin banyak anda bisa membuat relasi bicara, makin banyak informasi yang anda dapatkan.
6.   Buang Sikap Angkuh
Jangan pernah memandang rendah atau sebelah mata terhadap orang yang berposisi lebih rendah dari pada anda.
7.   Buat Mereka Merasa Penting
Buat relasi anda menjadi orang penting dengan mengingat beberapa detail pribadi.
8.   Bergabunglah dalam Berbagai Kegiatan
Banyak perkumpulan, organisasi atau klub professional yang didirikan dengan tujuan untuk membangun jaringan. Cobalah bergabung di salah satu perkumpulan yang paling sesuai dengan anda. Ini merupakan cara efektif untuk bertemu, berkenalan dan melakukan kontak dengan orang-orang yang bisa membantu perkembangan karir anda.


Senin, 19 Mei 2014

SATLAN BK i



SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

A.        Judul Materi                         : Prasangka???,,,,,,gak ya !!!!!                               
B.         Bidang Bimbingan              : Bimbingan sosial
C.         Fungsi Layanan                   : Pemahaman dan pencegahan
D.        Komponen Program
dan Jenis Layanan              : Layanan pembelajaran
E.         Aspek Perkembangan     :  Memantapkan nilai-nilai dan cara bertingkahlaku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas.
F.         Rumusan Kompetensi     :  Memahami nilai-nilai dan cara bertingkah laku sosial dalam kehidupan sosial.
G.        Tujuan Layanan                  :  Memperoleh pemahaman mengenai prasangka dan dampak yang ditimbulkan.
H.        Sasaran Layanan                 :  Siswa kelas VIII
I.           Uraian Kegiatan                  :
1.    Strategi Layanan           : Bimbingan kelompok
2.    Metode                           : Diskusi, Tanya jawab,
3.    Materi layanan              : Terlampir
4.    Skenario kegiatan / Diskripsi Proses
TAHAP
KEGIATAN
ESTIMASI WAKTU
Pendahuluan
a. Guru Pembimbing membuka kegiatan layanan bimbingan klasikal dengan mengucapkan salam.
b. Guru Pembimbing mengecek / mengabsen kehadiran siswa.
c. Guru Pembimbing mengkondisikan kelas agar tenang.
5 menit
Kegiatan Inti
Menyampaikan materi tentang cara menghindari prasangka dan mengkaji akibatnya.
25 menit

Penutup
a. Siswa bersama Guru Pembimbing mengadakan tanya jawab.
b. Siswa bersama Guru Pembimbing menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
c. Guru Pembimbing menutup kegiatan layanan dengan mengucapkan salam.
10 menit

J.        Tempat Layanan                 : Ruang kelas
K.       Waktu                                    : 1 x 40 Menit
L.       Hari / Tanggal                       : Selasa,3 september 2013
M.    Pelaksana                              : Supri Widyanto
N.     Pihak yang Berperan        : Guru BK
O.     Biaya                                       : -
P.      Alat dan Perlengkapan    : Laptop, materi Prasangka
Q.     Rencana Penilaian             : Laiseg, Laijapen, Penilaian Proses.
R.      Rencana Tindak Lanjut     :  Memberikan layanan konsultasi kepada individu baik secara perorangan maupun kelompok, bagi siswa yang memerlukan.
S.       Rencana Evaluasi                :
Evaluasi Proses
1.       Dalam proses pemberian layanan siswa menunjukkan antusias dan banyak bertanya tentang makna dari prasangka.
2.       Siswa memahami layanan yang disampaikan oleh Guru Pembimbing.
3.       Menanyakan kembali kepada siswa diakhir sesi
                                                                                     Evaluasi Hasil
Mendata siswa yang secara tepat memahami materi yang disampaikan
T.       Catatan Khusus                   : -.
U.     Referensi                              :
.

                                                                                                                                                Sentolo, ....................  
         Guru Pembimbing                                                                                            Praktikan


        Rini  Siswanti, S.Pd.                                                                                   Supri Widyanto
NIP. 19730414 199802 2 003                                                                          NPM. 10144200270



MATERI
CARA MENGHINDARI PRASANGKA DAN MENGKAJI AKIBATNYA
A.      PRASANGKA
Prasangka adalah anggapan yang kurang baik yang berupa perasaan tidak simptik terhadap sesuatu ( orang, pekerjaan ) sebelum mengetahui sendiri.
Contoh :
1.       Anto menganggap bahwa seorang pelukis hidup tidak teratur, padahal anto belum pernah mengetahui sendiri bagaimana kehidupan seorang pelukis.
2.       Hamid menganggap bahwa karakter orang madura keras dan mudah marah, Padahal Hamid belum pernah mengetahui sendiri tentang orang madura.
Prasangka dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang. Anggapan negatif atau kurang baik terhadap seseorang atau kelompok menimbulkan rasa tidak suka, tidak simpatik, bahkan memusuhi orang atau kelompok yang dikenai prasangka. Sikap tersebut merupakan sikap yang merugikan bagi kita dalam melakukan hubungan sosial.
B.      Terbentuknya Prasangka
Terjadinya prasangka tidak begitu saja secara otomatis, melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkannya, yaitu:
1.       Orang berprasangka dalam rangka mencari “kambing hitam”
Contoh : pada saat anto mendapat nilai 5, dia tidak mau mengakui kesalahannya bahwa dia tidak belajar, tetapi iya mencari mencari kesalahan pada gurunya dengan menganggap guru tersebut tidak senang pada anto.
2.       Orang berprasangka dipengaruhi oleh linkungannya.
Contoh : melisa hidup dikota bersama keluarganya, keluarganya melarang melisa untuk bergaul dengan orang desa, karena menurut keluarganya orang desa itu tidak tau sopan santun. Anggapan itu tertanam pada diri melisa sejak kecil sehingga ia mengikuti anggapan tersebut. Pada saat ada teman baru di sekolah yang berasal dari desa , melisa tidak mau bergaul dengannya.
3.       Orang berprasangka karena mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan.
Contoh : suatu ketika ardi melihat pak alex, guru bahasa indonesia, marah kepada jeky dan menghukumnya.tanpa mengetahui sebabnya ardi langsung menganggap bahwa pak alex guru yang glak dan suka menghukum.
4.       Prasangka timbul karena adanya perbedaan yang menyebabkan perasaan superior, diantaranya
a.       Perbedaan fisik atau biologis
b.      Perbedaan lingkungan geografis
c.       Perbedaan kekayaan
d.      Perbedaan status sosial
e.      Perbedaan kepercayaan atau agama
f.        Perbedaan norma sosial



C.      Usaha untuk menghindari dan menghilangkan prasangka
1.       Usaha Preventif
Usaha agar seseorang tidak sampai terkena prasangka. Dapat ditempuh dengan cara menciptakan situasi atau suasana yang tentrm, damai, dan jauh dari perasaan bermusuhan. Sikap menerima orang lain dan mau bergaul dengan orang lain merupakan salah satu sikap yang tepat agar tidak terkena prasangka
2.       Usaha Kuratif
Yaitu merupakan usaha penyembuhan apabila kita sudah terkena prasangka. Usaha ini berupa penyadaran diri bahwa prasangka dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.dengan jalan memperkaya informasi mengenai obyek yang kita kenai prasangka mungkin kita akan lebih tau mengenai kebenaran dari apa yang ita pikirkan sebelumnya.

D.      Akibat prasangka
1.       Tidak mempunyai sahabat
2.       Mengalami kendala dalam belajar
3.       Gagal dalam mencapai cita-cita
4.       Menyebabkan permusuhan

















Penilaian
1.       Apakah anda pernah berprasangka terhadap orang lain?
.....................................................................................................................................................

2.       Buatlah 2 contoh prasangka yang pernah anda lakukan!
a.       ..............................................................................................................................................................................................................................................................................................
b.      ..............................................................................................................................................................................................................................................................................................

3.       Apa usaha anda untuk mengetahui kebenaran anggapan anda terhadap orang lain?
a.
b.
c.
d.

4.       Apa yang anda lakukan jika dugaan anda terhadap orang lain keliru?